inventory-disassemble
Referensi
| Info | Detail |
|---|---|
| Menu Name | FInventoryDisassemble |
| Menu ID | 552 |
Menunya ada di : Distribution >> Inventory >>Transaction >> Inventory Disassemble
Inventory Disassemble adalah menu yang digunakan untuk memecah 1 Item Barang Jadi atau Barang Setengah Jadi menjadi beberapa Item Component
Menu ini seperti halnya menu Inventory Assemble yang melakukan update terhadap Average Item Cost Current bagian Lower Level Cost untuk Item Gabungan ketika data persediaannya bertambah, maka menu Inventory Disassemble pun akan melakukan update terhadap Average Item Cost Current bagian Lower Level untuk item Gabungan ketika data persediaannya berkurang senilai total dari Item Componentnya.
Insert Data Terdapat 3 halaman input yaitu Header, Detail Issue, dan Detail Lot/Serial, berikut langkah penginputannya
Header
- Double Click menu Inventory Disassemble.
- Click tombol di program atau klik tombol insert di keyboard untuk membuka halaman input data

- Entity, diambil dari setingan default Entity di menu User Maintenance.
- Branch, diambil dari setingan default Branch di menu User Maintenance.
- Number , Kode transaksi terbentuk melalui 2 cara, yaitu,
- Yang pertama melalui Transaction Code Setting, secara otomatis kode akan terbentuk berdasarkan settingan di menu ini (lihat manual guide Manual Guide Transaction Code Setting).
- Yang kedua dengan cara manual input, user dapat mengisi manual yang ada pada kolom Code.
Note : Apabila Transaction Code Setting belum di setup dan tidak mengisi kode transaksi, maka secara program akan menolak untuk save data.
- Effective Date, tanggal Inventory Disassemble.
- Cost Center, diambil dari setingan default Cost Center di menu User Maintenance.
- Part Number, Item barang gabungan atau barang jadi / barang setengah jadi
- UM, Unit Measure
- Lot/Serial, otomatis terisi berdasarkan konfigurasi Item Master
- Location, Lokasi Item Inventory Disassemble berasal
- Remarks, keterangan tambahan.
- klik tombol Insert pada bagian tabel detail dibawah

Keterangan
- Location, Lokasi atas barang hasil Inventory Disassemble (otomatis terisi, menginduk pada pilihan lokasi sebelumnya)
- Lot/ serial Number, Pilihan Nomor seri / Nomor Lot baru atas barang tersebut ketika dilakukan Inventory Disassemble
- Qty Serial , Hasil Inventory Disassemble atas satu nomor lot / seri yang terkait
- Expire date, Tanggal Kadaluarsa atas barang hasil Inventory Disassemble tersebut
Detail Receipt

- Langkah pertama adalah click tombol Insert untuk menampilkan form input seperti gambar di atas.
- Pilih Item Master
- Lot/Serial, type atas Item Component.
- Qty Receipt, Qty hasil dari pecahan dari proses Inventory Disassemble.
- UM, Unit Measure.
- Location, lokasi dimana Item Component akan ditambahkan persediaannya.
- Remarks, keterangan tambahan.
- Apabila item tersebut bertipe Lot/Serial, anda perlu memasukkan nomor Lot/Serial atas barang tersebut dengan cara berpindahlah ke tab Detail Serial Number
Detail Lot/Serial

- Click tombol Insert untuk menampilkan form input data seperti gambar di atas.
- Location, lokasi dimana Item Component akan ditambahkan persediaannya, nilai defaultnya ambil dari lokasi di grid Detail Receipt, tetapi kolom ini masih bisa dirubah.
- Lot/Serial Number, Nomor Lot/Serial baru yang akan disematkan pada Item Component tersebut.
- Qty Serial, jumlah Item dalam satu nomor Lot/Serial
- Expire Date, tanggal kadaluarsa dari Item Component apabila memang ada.
- Anda dapat menambahkan lebih dari 1 nomor Lot/Serial atas satu Item Component pada satu transaksi dengan cara mengulangi tahapan 1
- Kembalilah pada tab Detail Receipt dan ulangi langkah no.1 sampai terakhir untuk menambahkan barang atas transaksi ini

- Click tombol save di program untuk menyimpan data.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika melakukan Save Data
- GL Calendar Doesn't Exist For This Periode, artinya periode laporan keuangan belum ada, buatlah terlebih dahulu di menu GL Calendar (lihat manual guide GL Calendar).
- Closed Transaction At GL Calendar For This Periode, artinya periode laporan keuangan yang sudah di tutup buku tidak bisa dilakukan Insert Data, terkecuali periode tersebut dibuka kembali (lihat manual guide GL Calendar).
- Data Detail Can’t Empty, Detail item tidak ada atau kosong, maka program akan menolak melakukan Save Data
- Transaction Date Exceed Transaction Date Off Branch, input data secara back date dan tanggal input datanya melebihi dari batas yang sudah ditentukan (lihat manual guide Branch, lihat penjelasan kolom Branch Date Off) maka program akan menolak melakukan Save Data.
- Qty Disassemble Can't Lower Than 0 Or Equal To 0, qty Item Gabungan 0 atau lebih kecil dari 0, maka program akan menolak melakukan Save Data.
- Can’t Save for Qty 0, ada detail transaksi yang belum diinputkan Qty nya
Penjelasan Kolom Lainnya
Grid Header
- Material Cost, adalah total cost dari Item Component untuk element cost Material.
- Overhead Cost, adalah total cost dari Item Component untuk element cost Overhead
- Labor Cost, adalah total cost dari Item Component untuk element cost Labor
- Burden Cost, adalah total cost dari Item Component untuk element cost Burden
- Subcont Cost, adalah total cost dari Item Component untuk element cost Subcont
- Total Cost, adalah total cost dari semua element cost
- Print Status, kolom memberikan informasi bahwa transaksi belum dilakukan print dokumen apabila status “N”, dan transaksi sudah dilakukan print dokumen apabila status “Y”.
- Print Date, tanggal melakukan print dokumen.
- Print Count, untuk menampilkan informasi berapa kali user melakukan print out dokumen.
- User Create, user yang melakukan penginputan transaksi.
- Date Create, tanggal real insert transaksi, terisi otomatis berdasarkan tanggal server.
- User Update, user yang melakukan edit, update dan save transaksi.
- Date Update, tanggal real edit transaksi, terisi otomatis berdasarkan tanggal server.
Grid Detail – Tab Data Detail
- Material Cost, adalah cost dari Item Component untuk element cost Material.
- Overhead Cost, adalah cost dari Item Component untuk element cost Overhead
- Labor Cost, adalah cost dari Item Component untuk element cost Labor
- Burden Cost, adalah cost dari Item Component untuk element cost Burden
- Subcont Cost, adalah cost dari Item Component untuk element cost Subcont
- Total Cost, adalah cost dari semua element cost
Transaksi Update Insert Data
Setelah transaksi tersebut dilakukan, ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan, yaitu :
-
Menu Inventory Report
-
Item Gabungan akan berkurang persediaannya
-
Item Component akan bertambah persediaannya
-
Menu Inventory History
Semua pergerakan persediaan akan tercatat dengan detail disini, baik itu Item Gabungan dan Item Component.
- Menu Item Cost
Item Component membawa 5 Element Cost, yaitu Material, Overhead, Labor, Burden, Subcont, dan 5 element ini adalah nilai total dari This Level Cost dan Lower Level Cost dari Item Component tersebut.
5 Element Cost yang sudah tergabung nilainya ini akan menjadi pengurang Average Cost bagian Lower Level Cost atas Item Gabungan, dan ketika terjadi Save Data akan dilakukan Average Cost untuk Cost Set Current atas Item Gabungan yang sudah ada sebelumnya.
- Menu Item Cost History
Dikarenakan terjadi perubahan Item Cost atas Cost Set Current Item Gabungan, maka nilai perubahannya disimpan di menu Item Cost History
- Menu Transaction Post
Untuk metode akuntansi perpetual, program akan melakukan jurnal secara otomatis atas transaksi tersebut. Untuk metode akuntansi periodik, program tidak akan melakukan jurnal. Berikut contoh jurnal yang terjadi
Jurnal
(D) Persediaan atas Item Component (setingan product line pada bagian INV_ACCT)
(C) Persediaan atas Item Gabungan (settingan di product line pada bagian INV_ACCT)
Edit Data
Pada transaksi Ini tidak dapat dilakukan Edit Data, apabila terjadi kesalahan maka lakukan proses sebaliknya yaitu Inventory Assemble
Delete Data
Pada Transaksi ini tidak dapat dilakukan Delete Data, apabila terjadi kesalahan maka lakukan proses sebaliknya yaitu Inventory Assemble
Print Document
Dari transaksi yang sudah di save , dapat dilakukan print out dokumen. Sebelum kita melakukan proses print out, pilih terlebih dahulu parameter print out nya, seperti gambar dibawah ini
Print Out Type
- None, tidak menampilkan informasi Lot/Serial Number
- With Lot Number, menampilkan informasi Lot/Serial Number
Setelah hal itu kita tentukan lalu click tombol Print di program atau tekan tombol ctrl+p, kemudian click tombol preview.

Dapat dilihat dari print out di atas , terdapat informasi yang dapat digunakan oleh bagian-bagian yang membutuhkan. Berikut penjelasannya,
- Logo dan identitas perusahaan
- Informasi dokumen
- Informasi Item Gabungan / Barang Jadi
- Informasi Item-item Component sebagai item pecahannya.
- Document approval, yang menjadi otoritas persetujuan atas dokumen Inventory Disassemble.
Ada beberapa konfigurasi terkait dengan print out dokumen. Sebagai berikut,
- Document Approval, untuk bagian tanda tangan ambil dari settingan di menu Document Approval (lihat manual guide Document Approval)
- Lock Print Inventory Disassemble, konfigurasi ini untuk mengaktifkan penguncian print dokumen lebih dari satu kali print. Di beberapa perusahaan menggunakan kebijakan ini untuk menghindari adanya penyalahgunaan dokumen. Selain itu juga sebagai kebijakan pengurangan atau efisiensi kertas. Ketika dilakukan print untuk yang kedua kali maka akan muncul notifikasi dari program yaitu Can’t Make Copy Document, artinya document sudah pernah dilakukan print out.
Apabila dibutuhkan lebih dari satu kali print dikarenakan kondisi tertentu, secara program sudah menyediakan fasilitas print apabila sudah lebih dari satu kali print, yaitu Inventory Disassemble Release Print. Berikut fasilitas menu nya,

Cara menggunakannya adalah, isi kolom Number dengan nomor transaksi kemudian click tombol Process. Setelah hal ini dilakukan maka nomor transaksi tersebut sudah dapat dilakukan print dokumen yang kedua.